Select Menu

Berita Terbaru

Recent Post no Thumbnail by ebook indonesia

Bisnis

Peristiwa

Hukum dan Kriminal

Ekonomi

Korban perampokan


Cilegon, CN - Nasib naas menimpa Nuriono (39), sopir truk ini dibuang di pinggir tol di dekat pintu tol Cilegon Timur dalam kondisi mata tertutup dan diborgol, senin (1/9/2014) malam. Sebelum dibuang kendaraan yang dikemudikan pria asal rembang, jawa tengah ini dirampok oleh orang tak dikenal yang diduga menggunakan atribut seragam polisi dan mobil berplat nomor polisi.

Berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun, peristiwa bermula saat korban tengah mengangkut muatan scraft dengan truk bernomor polisi B 9428 BEO dan tengah bertolak dari Bekasi menuju Jawa Timur melalui tol. Ditengah perjalanan korban terserempet oleh sebuah mobil avansa. Karena tak terima, pelaku yang mengemudikan avansa langsung memberhentikan truk milik korban tak jauh dari pintu keluar karawang barat.

"Orang di mobil itu langsung menghampiri saya dan menyuruh turun. Minta saya tanggungjawab karena kaca spionnya pecah," ucapnya.

Setelah dipaksa turun, Korban langsung menghampiri pemilik mobil dan melihat kondisi mobil yang tertabrak diduga menggunakan plat nomor polisi. Disela pembicaraan, korban hendak meminta maaf dan berusaha meraih tangan pemilik mobil yang mengenakan seragam polisi. Saat itupun korban ditendang masuk dari belakang dan terdorong masuk kedalam mobil dan di sengat oleh alat penyetrum.

" Pas saya mau minta maaf, dan kepala saya masuk ke dalam mobil, langsung saya ditendang sama orang yang menghampiri saya tadi. Pas didalam saya disetrum dileher. Dari situ saya tidak tahu lagi, sampai mata saya di isolasi lakban dan diborgol," ungkapnya.

Hingga saat ini, korban masih dalam pemeriksaan petugas. Korban ditolong oleh pihak MMS dan PJR. Penanganan kasus korban langsung ditangani oleh Polres Cilegon (boy)
pelantikan anggaran DPRD banten.


Serang, CN – Merujuk pada Surat Keputusan Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia Nomor 161.36-3441, akhirnya 85 anggota DPRD Banten periode 2014-2019 resmi dilantik. Dalam Pelantikan, Hadir Plt. Gubernur Banten Rano Karno menyaksikan pelantikan anggota DPRD Banten, di Ruang Paripurna DPRD Banten, Senin (1/9/2014).

Sementara itu, Paripurna dengan agenda pengucapan sumpah janji DPRD ini dipimpin oleh Ketua DPRD Banten Aeng Haerudin periode 2009-2014.
Diakhir masa jabatannya, Kepala DPRD Banten periode 2009-2014 ini juga memohon maaf kepada masyarakat Banten apabila dalam menjalankan tugas legislatif yang lalu belum maksimal.

"Kami atas nama pimpinan memohon maaf apabila selama menjaalnkan tugas belum memenuhi harapan masyarakat Banten. Seperti pepatah tidak ada gading yang tak retak," ujarnya.

Aeng juga mengucapkan selamat kepada anggota dewan terpilih yang akan menjalankan tugas periode 2014-2019.

Pelantikan ini sebelumnya, diikuti oleh pemberhentian anggota dewan yang lama melalui Surat Keputusan Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia Nomor 161.36-3440 tentang peresmian pemberhentian anggota DPRD Banten masa jabatan 2009-2014.
Pelantikan dipimpin dengan pengucapan sumpah jabatan yang dipimpin oleh Ketua Pedalian Tinggi Banten dan diikuti penandatanganan sumpah jabatan oleh anggota DPRD Banten terpilih.

Selain dihadiri oleh Plt Gubernur Banten Rano Karno, Pelantikan anggota DPRD periode 2014-2019 ini juga dihadiri Plt Sekda Banten Asmudji, seluruh Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (FKPD), Bupati dan Wali Kota se Banten, perwakilan DPRD Jawa Barat, perwakilan DPRD DKI Jakarta, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Banten Banten, Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Banten, elemen TNI dan Polri, serta sejumlah tokoh masyarakat.
(boy)
-
pihak kelurahan menunjukkan kualitas beras raskin yang tidak layak konsumsi.


Cilegon, CN - Sejumlah kelurahan di Kecamatan Citangkil mengembalikan langsung raskin yang di distribusikan ke Bulog Sub Drive Serang karena dinilai tidak layak untuk dikonsumsi. Ironisnya, terdapat satu Kelurahan yang ditolak untuk mengembalikan raskin tersebut lantaran telah menandatangani surat penyaluran raskin dari Pihak Bulog Subdivre Serang dan harus terpaksa membagikannya kepada warga.

Pantauan di lapangan, raskin yang didistribusikan dari Bulog ke kelurahan tersebut berwarna kecoklatan dengan butir-butir beras pecah. Beras tersebut juga sudah bertepung dan berbau apek.

Sahibis, Pelaksana kesra Kelurahan Taman Baru, Senin (1/9/2014), Kecamatan Citangkil mengakui pihaknya menerima raskin tidak layak dikonsumsi dari Bulog sejak pekan lalu. Beruntung, raskin itu belum sempat dibagikan kepada warga.

“Kalau tidak salah hari Selasa berasnya sampai di Kelurahan. Begitu ketahuan kalau beras itu jelek, besoknya langsung kami kembalikan ke Bulog. Masak, beras seperti itu mau dibagikan ke warga. Hari Jumat beras pengganti baru dari Bulog, lebih mendingan," tuturnya.

Menurut Sahibis, buruknya kualitas raskin yang didistribusikan bukan hanya terjadi di Kelurahan Taman Baru. Pengembalian raskin yang dianggap tidak layak dikonsumsi juga terjadi di Kelurahan Lebak Denok.

“Di Kelurahan Samang Raya malah berasnya ga bisa dikembalikan karena kelurahan sudah terlanjur tanda tangan. Mau tidak mau dibagikan ke warga,” ungkapnya.

Saat dikonfirmasi, Humas Bulog Sub Divre Serang Khaerullah mengakui buruknya kualitas raskin yang didistribusikan ke sejumlah kecamatan di Kota Cilegon. Hal tersebut disebabkan penumpukan pasokan beras di gudang Bulog akibat penyerapan yang lambat dari kelurahan.

“Memang tidak kami periksa satu per satu, karena raskin yang akan didistribusikan ini kan jumlahnya sangat banyak. Jadi kami ambil sampel untuk diperiksa,” Tandasnya.

Kendati sudah beredar di masyarakat, kata dia, Bulog siap melakukan penggantian raskin dengan yang berkualitas lebih baik.

“Kami meminta warga dan pihak kelurahan kooperatif. Kalau ada yang kualitasnya jelek, silahkan koordinasi ke kami dan siap kami ganti dengan yang baru. Tidak ada yang tidak bisa ditukar, semua bisa ditukar, silahkan lapor ke kelurahan masing-masing,” Pungkasnya.

Seperti diketahui, sebelumnya Kasus beras bagi masyarakat miskin (raskin) tidak layak dikonsumsi yang dibagikan ke warga juga terjadi di Lingkungan Ciwaduk Cilik, Kelurahan Ciwaduk, Kota Cilegon. (boy)
-
Polisi melakukan pemeriksaan di Pelabuhan Merak.


Merak, CN - Polres Cilegon menjaga pintu keluar Pulau Sumatera secara ketat yaitu Pelabuhan Merak. Hal itu terkait dengan dibebaskanya tiga tahanan Narkoba Mapolda Banten dengan cara menyuap petugas yang sedang berjaga sebanyak 20 juta rupiah, beberapa hari yang lalu, dengan tahanan bernama Humaedi (33), Dicky Panji alias Paul (22), Vixi Pona Saputra (29) (Oknum polisi).

Kepolisian Sektor Kawasan Pelabuhan (KSKP) Merak AKP Kamarul, saat ditemui di Pelabuhan Merak membenarkan semenjak terjadi peristiwa kaburnya tahanan tersebut, pihaknya langsung memperkuat keamanan dan menjaga lebih ketat dari biasanya.

"Sejak peritiwa tersebut, kita langsung dapat intruksi dari Kapolda Banten, untuk menjaga pintu masuk Pelabuhan Merak. Untuk mengantisipasi kaburnya ke Pulau Sumatera," ujarnya.

Dijelaskanya, bentuk penjagaan yang dilakukan di Pelabuhan Merak berupa operasi pekat setiap hari. Yakni, dengan cara selalu memantau para penumpang yang di curigai gerak geriknya dan melakukan pemeriksaan di tol gate kendaraan, penumpang pejalan kaki dan di sepanjang pintu kapal.

"Foto tahanan tersebut sudah ada sama kita, dan saya sudah kerahkan anggota di pelabuhan untuk memantaunya secara 24 jam bergantian. Anggota yang kita kerahkan ada yang berseragam dan ada yang berpakaian preman," jelasnya.

Informasinya, lanjut Kamarul, satu tahanan sudah berhasil dibekuk oleh anggota di daerah Cilegon, dan saat ini dua pelaku lainya masih dalam pengejaran anggota. "Informasi satu sudah di tangkap, dan untuk dua lagi masih di buru, makanya untuk antisipasi kita jaga pelabuhan Merak, yang merupakan ujung dari Pulau Jawa," tandas Kamarul.

Seperti berita sebelumnya, Polisi juga melakukan pengamanan di setiap pintu tol yang ada di Cilegon, seperti Pintu Tol Merak, Cilegon Barat, dan Cilegon Timur, terlihat personil Polisi melakukan penjagaan. (zaki)